22.

Terbangun pada jam setengah tiga pagi dengan suara-suara dan jogetan gadis aneh sembari menyanyikan lagu “selamat ulang tahun”.

“aah, baru merem, udah melek lagi..mandi dulu ya” jawab saya

“teteh mau mandi? ini udah jam berapa teh? ntar kita ketinggalan pesawat teeh..” jawab gadis yang tadi berjoget aneh saat saya membuka mata tadi.

“oke oke, sikat gigi cuci muka ganti baju..”

#

“Nih teh disimpen, buat kenang-kenangan naik pesawat pertama kali” kata gadis itu pada saya

saya pun menerimanya, dan terdiam mengamati tiket yang sudah ada dalam genggaman saya.

“heuh, ini tanggal 30 September ya..” pikir saya saat itu.

ah, saya tidak merasakan apa-apa saat itu, karna justru saya sedang dalam posisi yang jauh dari orang-orang yang saya kenal. Bagi saya, saat itu, tiket pesawat itu merupakan kado dari Allah yang Allah berikan di hari itu untuk mendekatkan saya (kembali) dengan lingkungan dan orang-orang terdekat..

Sederhana sekali kejutan yang Tuhan berikan pada saya kemarin. Saya diberi waktu untuk berpikir dan menata ulang rencana masa depan saya setelah ini. Saya berada pada jarak yang lumayan jauh untuk bermuhasabah selama umur mundur kemarin.

#

Welcome Jogja, Bandara Adi Sutjipto rupanya tidak sebesar yang saya bayangkan. Selamat kembali di tanggal 30 September, Majedha. Sepertinya anda masih sulit menyeimbangkan logika dan perasaan. Ah, cukuplah iman yang menjadi patokan, dan Allah yang menjadi aduan.

#

Sms masuk beberapa kali.

Bapak, Ibu, uty, desrina, ana, isnaniar, johan, miyahana, iin, aken, nunung, astrid, citra, jayko..

Walaupun tidak banyak, setidaknya saya akan menjaga orang-orang yang telah menaruh perhatiannya pada saya. Saya memang tidak memunculkan tanggal ultah di jejaring sosial, karena saya ingin tahu, siapa-siapa saja yang memang benar-benar mengenal saya *hhuks*.

(Lumayan) sedih sebenarnya saat tau tidak ada sms masuk dari kawan seperjuangan di Sinergis, tapi tidak apalah, mereka pasti lebih sibuk saat itu 🙂

#

Jadi, inti postingan saya apa? haha. tidak berinti sama sekali.

#

Ya Allah, bantu saya untuk melepas rasa bersalah saya, pada apapun dan siapapun..

#

Apa arti 21 tahunmu yang telah berlalu?

Sederhana, setiap manusia memiliki kadar kemudahan dan kesulitan berbeda dalam meraih sesuatu yang mungkin bisa dibilang “sama”. Semakin sering gagal dalam meraih tujuan, rasanya semakin bebal untuk merasa malu dan sakit, tapi ketika akhirnya kesempatan itu datang, proses itulah yang membuat diri semakin humble dan percaya, bahwa tidak ada yang lepas dari pengawasan Allah selama ini..Allah tak pernah salah hitung dengan apa yang disebut “perjuangan..”

#

welcome 22, selamat bekerja lebih giat, Majedha.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s